21 Maret 2009
Ibu pemungut sampah
hanya mengais ditengah samudera keringat
sebuah keranjang besar dipunggungnya
berpura-pura enteng dia bawa
tak seenteng beban hidupnya
tanpa alas kaki,
terseok-seok berjalan entah kemana
entah sampai kapan
dia terus mengambili barang yang tak ku guna
sambil sesekali tertawa,
mungkin dia senang, bahagia, atau apa
namun kenapa
aku masih bisa berdiri disini
sehat, kenyang, tersenyum, diatas perutnya yang sedang dicarikan sesendok nasi
aku ingin mengikutinya, menemani seok-seok langkah yang terkadang meringis,
kepanasan
Tangisan Takdir
Mencintai ternyata adalah bersiap untuk berpisah
Dan aku tidak bisa!
Aku adalah dia, disana
Dia yang slalu kurindukan,
Tanpanya, aku hanya manusia tak bercinta
Air matapun takkan surut oleh terik-Mu
Bintang hanya nanar, redup
Menambah dukaku,
"takdir tak menyatukan kita!!!"
slalu itu kau ucap
memang kejam pembuat takdir itu
apakah ada renacana lain-Mu
tapi ini adalah nyawaku,
bersamanya adalah hidupku,
19 Maret 2009
Jadwal Kegiatan Seni Dies Natalis Unnes ke-44
2. Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Anom Suroto (dengan bintang tamu Kirun): Jumat, 3 April 2009. Mulai pukul 20.00 WIB.
07 Maret 2009
Ospek Menyenangkan, Why Not?
Ospek atau seringkali disebut masa orientasi kehidupan kampus, merupakan salah satu cara mengenalkan pada mahasiswa baru tentang lingkungan kampus dan hal-hal apa saja yang nantinya akan di hadapi dalam dunia perkuliahan. Budaya dan kebiasaan masa SMA diharapkan tidak dibawa oleh calon pemimpin bangsa dalam bangku perkuliahan. Ospek mengajarkan pada kedewasaan dan melatih mental spiritual para anggotanya. Tentu saja hal itu harus terbungkus dengan ranah yang sesuai dengan norma dan etika, tentu tidak mengandung unsur kekerasaan yang selalu ditakutkan.
Apapun bentuknya, ospek secara tidak langsung membantu instansi tempat mahasiswa akan menuntut ilmu. Di dalam masa orientasi akan dikenalkan program akademik masing-masing jurusan, diperkenalkan dengan para dosen, dan tentu saja teman-teman baru mereka. Sehingga tidak akan terjadi pada nantinya mahasiswa yang belum mengenal teman atau bahkan dosennya sendiri pada saat proses perkuliahan. Pengenalan dunia akademik kampus akan terasa lebih menyenangkan bila dilakukan dengan penuh rasa kasih sayang kepada sang adik kelas. Pada akhirnya, kesan dan manfaat yang diperoleh oleh para mantan peserta ospek selalu terkenang manis dan selalu ingin meningkatkan mutunya dari tahun ke tahun, tanpa ingin menghilangkan tradisi ospek yang selalu ada di kampusnya. Bilapun ada peserta yang sampai menderita atau bahkan meninggal dalam acara ospek, hal itu tidak patut disebut sebagai sebuah kegiatan orientasi kampus, karena di dalamnya telah tersusupi hal-hal yang tidak lagi sejalan dengan norma dan etika kampus sebagai masyarakat akademik.
Di Universitas Negeri Semarang (Unnes), kegiatan orientasi kehidupan kampus yang disebut Okka sampai saat ini masih diselenggarakan dengan baik. Aktifitas di dalamnyapun sangat beragam dan menyenangkan. Mulai dari lomba di tingkat universitas sebagai ajang pamer masing-masing fakultas, pemecahan rekor MURI yang selalu menjadi agenda wajib Fakultas Bahasa dan Seni sebagai salah satu fakultas pelopor dan pergerakan agar ospek tetap ada, sampai pentas seni yang menampilkan para mahasiswa baru. Semuanya terbungkus dalam rasa kebersamaan dan rasa kasih sayang kepada para adik kelas, tak ada batasan apalagi gelar senior dan junior yang selalu menjadi momok para peserta ospek.
Memang pilihan adalah suatu hal yang berat, namun menghilangkan ospek berarti telah menghilangkan suatu budaya berkreasi dan berkarya yang terdapat di dalamnya. Terlepas dari kontroversinya yang selalu memakan korban, ospek sebagai salah satu ajang berkreasi para mahasiswa hendaknya selalu dijaga. Semoga kelak program orientasi di kampus ini menjadi hal yang selalu dinanti mahasiswa baru dan tidak diboncengi oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dhoni Zustiyantoro
Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, aktif di berbagai kegiatan kampus
