Kelompok karawitan "Sekar Domas" yang dipimpin oleh bapak Widodo Brotosejati, M.Sn. (dosen Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, seniman, dan komponis karawitan Jawa), telah berhasil membuat album langgam-langgam Jawa "Parade Gandrung" yang semuanya berisi langgam ciptaan dari bapak Widodo. Selain itu, sebelumnya juga telah membuat album Lelagon Dolanan Anak Kreasi Baru, Gending Soran-Lancaran, dan Lelagon Klasik Tradisional.
Informasi dan pemesanan Kaset dan CD Audio melalui Dhoni (085640537937)
28 Februari 2009
22 Februari 2009
Lomba Macapat dan Geguritan HIMA Bahasa dan Sastra Jawa Unnes
Minggu, 22 Februari 2009 Himpunan Mahasiswa (HIMA) Bahasa dan Sastra Jawa Unnes masa bakti 2008-2009, telah menyelenggarakan Lomba Macapat dan Geguritan Tingkat SMP/MTs se-Jawa Tengah. Acara yang dilaksanakan di ruang bundar gedung dekanat FBS Unnes ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari 19 putri dan 15 putra. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 sampai jam 12.00 WIB. Adapun juri dalam lomba yang diikuti oleh siswa-siswi SMA/MTs se-Jawa Tengah tersebut adalah Drs. Hardyanto (dosen tembang Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes), Indrawan Nur Cahyono, S.Sn. (seniman Semarang), dan Dwi Puji Asrini (sinden). Dari hasil lomba macapat diperoleh tiga pemenang dalam masing-masing kategori putra dan putri. Untuk putra juara I diraih oleh Billy Tulus Setiawan dari SMP N 1 Batangan Pati, juara II diraih Galah dari SMP 3 Kebumen dan juara ketiga diraih Moh Fauzi dari SMP 1 Bawang Banjarnegara. Sedangkan untuk putri, juara I diraih oleh Rila Pangesti dari SMPN 2 Baturetno Wonogiri, juara II diraih oleh Udyawati dari SMP N 1 Batangan Pati, dan juara ketiga diraih Dyah Ayu Widyaningsih dari SMP 3 Mojogedang Karanganyar. Sedangkan pemenang lomba geguritan; Lekha Zubaeda dari SMPN 1 Cepiring, Nur Anisa dari SMPN 1 Subah, dan Errysa Ekky dari SMPN 2 Rembang. Lomba tersebut diharapkan dapat menjadi agenda tahunan, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa. Disamping itu juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan kepada tembang macapat sejak dini.
Pelatihan Tembang Dolanan Bagi Guru di Unnes
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas bahasa dan Seni Unnes, Minggu 22 Februari 2009 telah mengadakan Pelatihan Tembang Dolanan Bagi Guru. Sebagian besar peserta dalam acara pelatihan tersebut adalah para guru TK dan PAUD. Pembicara dalam pelatihan yang dilaksanakan di gedung B6 FBS Unnes tersebut adalah Widodo Brotosejati, S.Sn., M.Sn. Beliau adalah dosen jurusan Sendratasik Unnes, komponis karawitan, dan kreator lelagon dolanan anak kreasi baru. Para peserta pelatihan sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pelatihan, dari awal hingga akhir acara mereka diajak berlatih bersama melagukan beberapa tembang dolanan. Tembang dolanan yang dilagukan antara lain; sapi, gugur gunung, gajah-gajah, dan lir-ilir. Bapak Widodo juga memperkenalkan lelagon dolanan kreasi barunya yang isi dan bahasanya lebih mudah dipahami oleh anak-anak, diantaranya dongengan dan mampir ngombe. Menurut pak Widodo, anak-anak jaman sekarang sudah jarang mengenal lelagon dolanan bernada pelog dan slendro. Mereka lebih akrab dengan lagu-lagu modern bernada diatonik yang sering diperdengarkan di berbagai media. Padahal lagu yang beredar tersebut belum tentu pas untuk konsumsi mereka. Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mental dan spiritual anak-anak dalam masa pertumbuhannya. Dalam lelagon dolanan anak banyak mengandung nilai-nilai luhur tentang budi pekerti, semangat kebersamaan, rasa saling menghormati, dan kecintaan kepada seni dan budaya bangsa. Menjadi keprihatinan kita bersama bahwa lagu-lagu tradisi Jawa terutama lelagon dolanan anak tidak pernah terdengar lagi di media elektronik. Pelatihan ini dimulai pada pukul 08.30 dan berakhir pada pukul 13.30 WIB.
10 Februari 2009
jangan biarkan dia pergi, Tuhan!
dia ingin meninggalkanku,
dia akan meninggalkanku
jantungku hampir berhenti
darahpun bak tak mengalir
hatiku sudah di bawa,
sudah, selamanya
akankah?
aku memang tak pernah bisa
tanpa manis bibirnya,
tanpa lesung pipinya,
tanpa manja,
cuma dia,
dia,
dia,
dia,
Tuhanku, jika aku masih kau ijinkan ku meminta
jangan biarkan dia pergi!!!
dia,
dia akan meninggalkanku
jantungku hampir berhenti
darahpun bak tak mengalir
hatiku sudah di bawa,
sudah, selamanya
akankah?
aku memang tak pernah bisa
tanpa manis bibirnya,
tanpa lesung pipinya,
tanpa manja,
cuma dia,
dia,
dia,
dia,
Tuhanku, jika aku masih kau ijinkan ku meminta
jangan biarkan dia pergi!!!
dia,
Langganan:
Komentar (Atom)
