29 November 2008

Lelagon Dolanan Anak dan Macapat

Telah tersedia CD dan kaset LELAGON DOLANAN ANAK KREASI BARU karya Widodo BS, S.Sn., M.Sn. Tersedia juga kaset dan VCD NEMBANG MACAPAT dilengkapi dengan buku MACAPAT, Teori dan Praktik Nembang (pengantar oleh Rahayu Supanggah, komponis tradisional Jawa yang telah menjadi komposer kelas dunia),  sebagai pedoman yang praktis dan mudah dipahami semua kalangan.

Harga;
Lelagon Dolanan Anak
CD : Rp 35.000
Kaset : Rp 20.000

Nembang Macapat
VCD : Rp 35.000
Kaset : Rp 20.000
Buku : Rp 45.000

Untuk informasi dan pemesanan dapat menghubungi;
Dhoni 085640537937 / 081326239937

30 Oktober 2008

Kembalilah...

Jika cinta hanya ada disaat aku butuhkan,
Mungkin aku takkan bisa hidup
Karena cinta adalah nafasku,
Dan kamu adalah cinta itu

Kenapa begitu kejamnya kau katakan itu
Padahal aku tak pernah sanggup
Sekedar mendengarnya
Tak tahukah kamu,
Disini hanya ada seorang wanita,
Hanya ada segenggam cinta,
Hembusan nafas,
Itulah kamu

09 Oktober 2008

Untuk Wanitaku

cinta
lagi-lagi hanya cinta
membuatku seolah tak berasa,
karenanya yang tak karu
mencabik, membuat sedikit sayatan di hati
dan itupun sedikit sakit
ya, hanya sedikit
karena ku tau lukanya kan mengering
dan takkan membekas
kumohon,
hanya kamu wanita itu
kenapa tak jua kau pahami
padahal luka tlah tak membekas
hingga kau buat luka baru,

wanitaku,

Bangunlah Para Penerus Budaya!

Mencintai kebudayaan tradisional agaknya lebih sulit daripada mencintai kebudayaan modern yang selalu datang tanpa henti. Hal ini sudah terbukti pada mahasiswa baru Bahasa dan Sastra Jawa Unnes, mereka ‘kurang bisa menerima’ apa yang seharusnya menjadi tugas dan kewajiban sendiri. 18 September 2008 kemarin, mereka mendapat tugas mata kuliah budaya Jawa untuk menonton wayang kulit. Saya yakin, jika tidak ada absensi pada penugasan tersebut, bisa dihitung dengan jari mahasiswa yang benar-benar menonton. Sia-sia mereka begadang sampai menjelang sahur, uang yang mereka keluarkan untuk transport, jika memang sampai disana hanya menahan kantuk. “Ada yang lucu ya mas?”, celetuk seorang mahasiswi kepada saya, saat saya tertawa melihat salah satu adegan gara-gara. Sedangkan dia (mahasiswi itu-red) sedang menahan kantuk sambil sms-an dengan pacar. Begitu juga dengan mengikuti UKM Karawitan dan Panembrama, mahasiswa seakan ‘terpaksa’ mengikutinya karena akan menempuh mata kuliah karawitan dan tembang, selebihnya mereka hanya ikut-ikutan teman. Memang 90% anggota UKM itu adalah mahasiswa bahasa Jawa. Itu adalah potret nyata dari penerus dan pelestari budaya Jawa. Kebudayaan tradisional (Jawa) yang seharusnya mereka junjung tinggi, belum mereka anggap sebagai sebuah hal penting. Kebudayaan modern dan sok kota masih menjadi nomer satu. Mereka malu jika berbau ketradisionalan. Kalau bukan kita, siapa? Apakah harus menunggu sampai kebudayaan tradisional (Jawa) ini tergerus oleh budaya bangsa landa?. Bangunlah!!!.

DHONI ZUSTIYANTORO

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa-FBS Unnes Semarang

Anak Semarang Malu Berbahasa Jawa?

Saat saya menginjakkan kaki pertama kali di Semarang untuk menimba ilmu, banyak teman-teman saya yang dalam bahasa kesehariannya berbahasa Indonesia. Sebagai seorang mahasiswa jurusan bahasa Jawa, sayapun sebisa mungkin nyauri menggunakan basa Jawa. Namun, ada seorang teman yang walaupun setiap kali saya ngobrol dengannya menggunakan bahasa Jawa, tapi dia tetap menjawab menggunakan bahasa Indonesia gaul. Padahal diapun mudheng apa yang saya ucapkan. Hal tersebut juga saya jumpai pada seorang adik kelas yang notabene asli Semarang. Walaupun telah memilih bahasa dan sastra Jawa sebagai program studinya, dia mengaku ‘belum bisa’ berbahasa Jawa karena malu. “Saya tu kalau ngomong Jawa pasti lucu mas, ntar pasti diketawain...”, jelasnya. Hal yang sama juga ditemui teman-teman saya yang melaksanakan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan), memang PPL tersebut dilaksanakan di SMP dan SMA di kota Semarang. Para siswa cenderung kesulitan dan ‘membandel’ saat diajak berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Ironis memang, disaat bahasa Jawa digalakkan mulai SD sampai SMA sebagai mata pelajaran, antusias dan respon siswa cenderung sangat berkurang. Mereka lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia gaul (lu-gue), daripada bahasa nenek moyang yang kelangsungannya berada ditangan mereka. Rasa malu berbahasa Jawapun tampaknya sudah ditanamkan para orang tua mereka sejak kecil. Bagaimana tidak, sejak kecil orang tua telah menggunakan bahasa Indonesia dalam mendidik. Orang tua lebih bangga bila anaknya yang berumur 2 tahun bisa berbahasa Indonesia. Jika memang seperti itu potret generasi penerus bahasa Jawa, maka tinggal menghitung waktulah umur bahasa itu. Apalagi dalam bahasa Jawa terdapat tata krama dan unggah-ungguh yang sangat selaras dengan kehidupan manusia Jawa. Kecenderungan anak untuk tidak sopan dan menghormati orang yang lebih tua, berawal dari bahasanya. Anak jaman sekarang telah sampailah pada tataran yang sangat memprihatinkan. Basa krama yang digunakan untuk berbahasa kepada orang yang lebih tua, tak pernah dikenal oleh anak pada jaman sekarang. Ini adalah pekerjaan rumah untuk kita bersama. Mengutip tulisan dari Sucipto HP, bahwa bahasa Jawa adalah sebuah aset kultural yang harus kita lestarikan dan jaga bersama.

DHONI ZUSTIYANTORO

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa-FBS Unnes Semarang

Barongan Singo Karyo ; Tetap Berkarya di Tengah Modernisasi

Di Desa Tambirejo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, terdapat kelompok kesenian barongan yang hingga kini masih eksis berkarya. Kelompok kesenian barongan ‘Singo Karyo’ yang dipimpin oleh pak Busono (45), tetap laris di tanggap dalam acara-acara tertentu, seperti sunatan, nikahan, ataupun agustusan. Memang Singo Karyo telah terkenal sampai beberapa kabupaten disekitar Demak, seperti Kudus, Pati, Purwodadi, dan Jepara. Para pemain barongan terdiri dari 20 orang, 10 orang sebagai pemain barongan termasuk jaran eblek (jaran kepang-red), dan 10 orang lainnya sebagai penabuh iringan. Dalam pementasan barongan acap kali pemain kesurupan, karena memang sebelum pentas barongan diberi jampi-jampi dan sajen. Pemain yang memainkan barongan seolah tak sadarkan diri dan suka ngobrak (memberontak-red), anak-anak kecil yang suka menontonpun lari ketakutan. Setiap kali pentas biasanya Singo Karyo memasang tarif 1,5 juta. Itu sudah termasuk biaya transport. Memang jika dibayangkan tidak seberapa upah yang mereka terima dari hasil berkesenian ini. Mungkin jika dihitung bersih, uang yang mereka terima sekali main tidak lebih dari 50 ribu per orang. Upah dari pekerjaan inipun tidak bisa digunakan untuk pekerjaan utama. Kalau musim tanggapan, seperti pada bulan besar atau agustusan, Singo Karyo bisa main ngedhur (main tanpa henti-red). Namun jika sudah lewat bulan-bulan itu, paling hanya satu atau dua yang nanggap, merekapun kembali pada pekerjaan utama yaitu bertani. Kekhawatiranpun muncul dari pak Busono, mengingat tidak adanya generasi muda yang meneruskan mbarong. Beliau sangat khawatir suatu saat nanti Singo Karyo akan hilang ditelan jaman, tergerus oleh modernisasi, hiburan yang semakin beragam. Beliaupun hanya bisa pasrah dan terus berkarya.

DHONI ZUSTIYANTORO

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa, FBS-Unnes Semarang

PKM, Nasibmu Kini…

Aji termangu di salah satu ruang PKM Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, dia yang telah beberapa semester tinggal di PKM itu merasa khawatir karena belum lama ini mendengar isu bahwa penghuni gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa kampus ungu itu akan segera diusir. Bukan karena dia tidak akan mendapat tempat tinggal gratis lagi, melainkan lebih dari itu. Kekhawatirannya akan kegiatan-kegiatan kampus yang tidak akan berjalan lancar, karena tidak ada yang mengurus secara konsisten, belum lagi isu yang mengatakan bahwa kegiatan kampus akan dibatasi sampai jam 9 malam. “ah, nek kaya ngene kapan kampus bisa maju!!”, resahnya. Memang tak bisa dipungkiri, para aktifis kampus yang telah ‘berkorban’ untuk kemajuan kampus, adalah para pekerja vital yang tak bisa di anggap sebelah mata saja. Loyalitas mereka sebagai ‘pekerja tak terbayar’ patut diperhitungkan. Banyak prestasi baik dari bidang akademik maupun non akademik, mereka jualah yang berada di balik layar. Menurut Aji, jika tidak ada yang tinggal dan mengurus PKM, kegiatan dan kehidupan kampus tidak akan berjalan. Karena kegiatan apapun harus dipersiapkan secara matang, apalagi kegiatan besar seperti OKKA (Orientasi Kehidupan Kampus) yang sekarang menjadi PPA (Program Pengenalan Akademik), atau Bulan Bahasa dan Seni, semuanya membutuhkan rapat dan koordinasi yang baik. “minimal ada penggerak untuk berkegiatan. Okelah kita keluar, tapi setelah itu kampus akan ada apa??”, jelasnya. Semoga saja ‘mereka’ mendengar apa yang dikhawatirkan Aji, dan Aji-Aji yang lain…

DHONI ZUSTIYANTORO

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa-FBS Unnes Semarang

Foto copy, Haruskah Membudaya?

Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 100.000.000.00 (seratus juta rupiah)

Kita sering membaca 'mukadimah' tersebut pada setiap buku yang terbit secara resmi. Kitapun sudah acuh pada maksud dari kata-kata tersebut. Setiap hari, kita mahasiswa sebagai masyarakat ilmiah, selalu dijejali dengan setumpuk tugas yang memaksa kita untuk membaca buku cetak. Tak jarang banyak dosen yang mewajibkan untuk membeli atau memilikinya. Namun lagi, lagi dan lagi, sebuah masalah klasik yang menjadi kendala adalah masalah biaya. Tak dapat dipungkiri, mahasiswa bagaikan seorang buruh serabutan yang harus pintar-pintar mengatur kantongnya supaya bisa bertahan hidup diperantauan. Cara termudah dan termurah untuk memiliki buku-buku yang memang harganya memang tak murah, adalah dengan mem-foto copy. Terkadang, banyak dosen yang menyuruh mahasiswanya untuk mem-foto copy buku. Entah karena buku tersebut sudah tidak beredar di toko buku, atau memang dosen yang memang 'pengertian' dan kasihan kepada masasiswanya yang harus membeli buku baru. Foto copy agaknya sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kita. Namun akankah hal ini akan kita teruskan dan terus terjadi?. Seorang penulis yang susah payah berkarya, dan akhirnya dapat menerbitkan bukunya. Sebuah penerbitan atau percetakan yang telah menerbitkan karya si penulis. atau pemerintah yang telah melindungi hak cipta dari karya si penulis. Akankah kita tidak menghargai semua itu?. Ataukah kita hanya pelanggar hukum yang selalu mengulang kesalahan?.

DHONI ZUSTIYANTORO

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa-FBS Unnes Semarang

Mesum Area (lagi dan lagi)

Kreeekkk…. Jam 10 malam seorang satpam menutup pintu gerbang perempatan Unnes arah rektorat. Disitu juga terlihat beberapa satpam yang berjaga. Ais dari kampus akan pulang ke kos mengambil barang, takut karena ditanya dengan sedikit dibentak. “Darimana??!!”, tegas seorang satpam. “Dari kampus pak, ada kegiatan…”, jawab Ais yang setengah takut. “Di perempatan banyak satpam, aq takut gak brani blk. Tak tunggu di dpn BNI aja”, begitu sms Ais mengabarkan kepada saya. Memang di kampus sedang berlangsung kegiatan, dan akan diteruskan nonton bareng di TBRS (Taman Budaya Raden Saleh). Sayapun budhal bersama teman-teman yang masih di kampus untuk menuju TBRS. Benar apa yang dikabarkan Ais, beberapa satpam berjaga diperempatan bak polisi yang sedang melakukan operasi Satlantas. “Saya minta KTM cewek dan cowok”, pinta seorang satpam. Dengan setengah takut seorang teman cewek memberikan KTM-nya. “Besok ambil di rektorat!”, jelas satpam tersebut. Satpam yang lainpun memasang tampang yang sangat tidak bersahabat, mungkin lebih kaku dari polisi yang sedang operasi Satlantas. Seolah kami adalah para tersangka kriminalitas yang siap untuk dijatuhi hukuman. Apa yang dilakukan oleh satpam tadi?, melakukan razia mahasiswa mesum?, apa yang telah kami lakukan?, kami hanya berkegiatan di kampus!. Jika memang mahasiswa mesum yang dicari, kenapa mereka malah nyegat dan memintai KTM mahasiswa yang lewat?. Jangan salahkan mahasiswa jika mereka berpacaran di area taman, atau sepanjang jalan rektorat, karena mereka memang terfasisilitasi. Taman dan jalanan yang gelap, sepi, bahkan di beberapa tempat telah disediakan tempat duduk yang memadai. Hal-hal tersebut sangat berpotensi untuk menjadi MESUM AREA. Kalaulah satpam dan para petinggi Unnes hanya bisa mencari kesalahan tanpa menghilangkan akar permasalahan, apalah guna. Tengoklah sepanjang perempatan sampai arah rektorat, jalanan yang gelap, hanya beberapa penerangan dapat terhitung dengan jari. “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi juga karena ada kesempatan”, begitu kata Bang Napi.

DHONI ZUSTIYANTORO

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa, FBS- Unnes Semarang

UKM Kesenian Jawa, Kubawa Kemana?

UKM Kesenian Jawa yang bertempat di gedung B2 lantai 1 FBS Unnes, banyak menuai kontroversi. Perkuliahan jurusan bahasa Inggris dan Sendrtasik merasa terganggu dengan adanya kuliah karawitan jurusan bahasa Jawa. Suara gaduh gamelan dirasa menggangu proses perkuliahan. Diluar jam kuliahpun, UKM sering digunakan untuk latihan rutin anggota. Hingga kini, masalah tersebut belum mendapat solusi yang terbaik. Jika terpaksa memindah perangkat gamelan, tidak ada ruang yang memadai. Kabar terakhir menyebutkan bahwa semua UKM di Unnes akan dipindah ke gedung baru di dekat PKM Pusat, termasuk UKM Kesenian Jawa. Tentu sangat tidak mungkin, karena ruangan UKM baru tersebut sangat sempit. Jikapun jadi dipindah, dikhawatirkan kegiatan perkuliahan dan kegiatan rutin UKM tidak akan berjalan lancar. Ada isu yang menyebutkan bahwa gamelan UKM akan digudangkan, dan proses perkuliahan akan menggunakan gamelan gedung I (auditorium). “Yang saya takutkan, dulu gamelan di audit pernah hilang, padahal ada satpam yang menjaga, bagaimana nanti jika digunakan untuk perkuliahan dan kegiatan yang setiap hari terbuka? Gamelan itu tidak murah!…”, tegas Mas Wahyu, salah satu sesepuh UKM Kesenian Jawa yang juga tinggal di UKM tersebut. Memang apa yang ditakutkan oleh Mas Wahyu cukup beralasan, pasalnya gamelan memang bukan barang murah dan membutuhkan perawatan yang rutin. Harga seperangkat gamelan dari bahan perunggu sekarang bisa mencapai harga 300 juta. Apakah hanya akan dibiarkan hilang dan terjamah oleh tangan-tangan usil yang tidak bertanggung jawab?, apakah hanya akan digudangkan dan menjadi barang rongsok yang tidak berguna?. Terlepas dari itu semua, gamelan mempunyai tugas besar yaitu menjaga kebudayaan dan tradisi orang Jawa. Jika generasi penerusnya saja sudah tidak peduli, bagaimana kebudayaan dan tradisi itu akan tetap ada?

DHONI ZUSTIYANTORO

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa-FBS Unnes Semarang

01 September 2008

Halte

disini, kau katakan takkan pernah pergi
disini, kau ucapkan jangan pernah pergi dariku
aku yang merindukanmu
selalu bersiap untuk rindu, kala ditempat ini
serasa sangat menyakitkan
sampai kapankah aku termangu, menunggu kehadiranmu
bilapun kau takkan kembali,
jangan ambil kerinduan ini
biarkan ku memilikinya,
hingga entah

Kesekian Kali

Tlah habis rasa cinta
Rasa sayangpun entah
Ku tak tau
Semenjak waktu yang entah
Bodohnya aku yang sempat meragukannya
Dia, hanya dia, lagi-lagi dia
Pengisi sepi, pencipta kerinduanku
Slalu saja aku ingin merindu
Bermanja pada senyum lesung pipi
Bersandar pada hangat belai sang terindahku
Ampunkan keraguanku
Namun, saat ini yang tak ku harap
Ku slalu saja bersiap merindu
Dan aku benar-benar tak sanggup!!!
Haru tangis takkan merubah segala
Hanya satu kalimat harap yang ku ucapkan
"Jangan pernah tinggalkanku sayang..."

SELAMAT BUAT UKM KETOPRAK "KETAWANG" - FBS UNNES


13 Agustus 2008

Kata 'tuk Jogja

Ramai nan indah dalam denting gitar
Suara musisi jalanan di Malioboro teralun
Senja merasuk, menggerakkan roda becak
Mengepulkan kembali asap dapur para kaki lima
Menyambung nyawa para penjaja cinta
Kau selalu membuatku ingin kembali
Keratonmu nan megah dengan sejuta sejarah
Ombak silih bergulung, mengantarkan senja menuju tengah kota
Lonte, germo, hidung belang membaur dalam Sarkem yang tak pernah mati
Tak terasa lelah, kau pun kan kutinggalkan
Satu janji untukmu, takkan kulupa
Ku kan kembali membuat kenangan yang indah lagi

Jogjakarta, 6 Agustus 2008

10 Juli 2008

Sajakku, Temanku

sayup terdengar rintih malam
seakan bertanya, seolah ikut merasa
"apa apa dengan dirimu" katanya
dengan tak langsung ku menyeru
aku tak tahu
sendu yang syahdu
aku biarkan dia mengalun dengan indahnya
namun ku tak ingin berlamalah
tak tahanku menahan pilunya
rintih malampun semakin menderu
kala ku sendiri
aku mencoba
mencipta seonggok yang sebenarnya teman
bukan sebuah, hanya mencoba indah
mungkin cuma untukku
duh, malam yang indah
rintihmu kan tak menderu
tak ku harap, namun datanglah
tuk mencipta teman
yang sebenarnya indah
walau mungkin cuma untukku

Sedikit Ucap Untuknya

tak terhitung berapa air mata yang tlah terurai
tak terhitung berapa hati yang terbuang
karenamu...
hanya karenamu...
cinta, entah dengan apa lagi
aku berulang-ulang, berkali-kali,
selalu saja jatuh cinta kepadamu
ada orang yang tak mengharap cintanya
namun aku tidak sebodoh dia!
aku berharap yang sama padamu, cinta
sungguh, kaulah terkasihku
kau tlah tau, tapi aku lebih mencintaimu
kau tau aku menyayangimu, namun aku melebihinya
kau tau satu, aku takkan tinggalkanmu

28 Mei 2008

Balada Si Gila

terbangunku dari lelap
mimpi,
dan mereka melihatku
sekeliling penuh padu
tak tahuku, entahlah!
terdiam, aku terjaga
mereka pikir aku bercanda?
padahal aku gila
siapapun, jangan sembuhkanku!
mimpi-mimpiku yang membuatnya
karenaku tak ingin hilang
mengalun penuh irama kenikmatan
pun hanya pemimpi

sekedar biasa

kenapa
kurasakan cinta itu,
kembali mengalun
seakan menambah rasa sakit
hatiku yang terkoyak
mencoba bertahan dari rasa
ku tau, dia bukan teruntukku
karena memang tak bisa, tak mungkin
hanya bersenda guraulah
tanpanya yang kini indah
menghiasi malam penuh rasa yang dia tumbuhkan
kapanpun, entah
akupun hanya berlalu darinya
diapun pergi,
menggores hati, tinggalkan luka

cinta palsu

ku tau,
palsu cintamu
hanya berdirinya teguh, sendiriku
dusta dan hanya itulah
perbuatanmu, kelakuan
menggapai mimpi, ku hanya sendiri
lagi lagi, tak bisa
apakah tak pernah bisa?
akupun menari
berdendang bersama sunyi, teman abadiku
aku takkan pernah malu

Bukan Hanya Cinta

cinta, kapan kau kembali padaku lagi
cinta, sendiri disini tanpamu lagi
takkan mampuku, tanpamu, tanpa senyummu
bukan aku, tanpamu jua
keterindahan milikmu akan kujaga
seindah senja-Nya, mengantarkan malam penuh relung cinta
kidung cintapun takkan tercipta, tanpamu
bukan rayu penuh harapku
hanya cinta,
padamu, dan hanya padamulah
wahai sang terimpiku

05 Mei 2008

Mendhem Selawase

Wengi kang sepi,

Aku mung dhewe

Tanpa kowe

Cahyaning rembulan, mung ngumpet ing sakwaliking godhong

Sumebaring lintang, ora bisa ngramekake atiku kang sepi,

Malah saya nyepi

Mung guyumu,

Esemu,

Alus kulitmu,

Lan kalem tingkahmu kang gawe atiku rame

Kaya ramene pasar Krempyeng yen isuk

Nanging,

Aku mung bisa ngrasake,

Lan kowe ora bakal ngerti,

Rasa iki wis jero karo sliramu.....

28 April 2008

Menghidupkan taskmanager

Saya mau berbagi tips lagi nih...
kalau komputer atau laptop nge-hang, jurus terakhir yang kita tempuh biasanya adalah menekan CTRL+ALT+DEL (task manager). Namun apa jadinya kalau ternyata task manager kita tidak bisa 'dipanggil' atau disable?.
berikut cara me-enable kan task manager kembali.....
• Klik Start
• Klik Run
• Ketikkan gpedit.msc
o Pilih User Configuration
o Pilih Administrative Templates
o Pilih System
o Pilih Ctrl+Alt+Delete options
o Pilih Remove Task Manager
o Dobel klik Remove Task Manager option

Selamat mencoba.....

Indah Senjaku

mataharipun lengser ke peraduan
senja menyeruak ke permukaan
seiring suara adzan, memangil-manggil
menjelang petang,
sungguh menyejukkan
kata orang miskin, hidup itu keras, kejam
kata orang kaya, hidup itu indah, nikmatilah
orang jawa bilang, hidup adalah harmoni
kita hanya tau, jalanilah!
dan ketika besok masih kau temukan senja itu,
berbahagialah!

12 AM

sunyi, senyap, sudah
aku hanya sebuah
tak berkawan, hanya sepi
kurindukan sebuah kebahagiaan
mengapakah dia menghilang
berjuta pilu tlah ia tinggalkan
hanya aku disini
tak berkawan,
berteman sepi

27 April 2008

Dimana Engkau

apakah aku masih pantas memanggilMu
aku telah bergelimang nista
bermandikan dosa
seakan menu harian yang aku santap, 3x sehari, lebih
serasa tak pernah kenyanglah aku
dimana Engkau
apakah hanya bersembunyi dan muncul pada sakaratul mautku
aku seakan tak berasakan
mati rasaku
aku lelah, terlalu besar
hanya kebesaranMu yang ku harap

Koneksi HP dengan Windows XP

Saya mau berbagi lagi nih, kali ini masalah cara menggunakan koneksi Handphone dengan PC Windows XP melalui kabel data (menggunakan kartu Indosat). Jika anda menggunakan kartu lain, bisa menyesuaikan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Masuk ke menu Control Panel.

2. Pilih Phone and Modem Options

3. Pilih Modem

4. Tekan Add

5. Beri tanda (a) “Don’t detect my modem: I will select it from a list”

6. Tekan Next

7. Pilih Standard 33600 bps Modem

8. Tekan Next

9. Pilih port dari kabel data yang digunakan biasanya COM1 untuk kabel data namun jika tidak tersedia pilih COM lain

10. Tekan Next

11. Instalasi modem sudah selesai

12. Tekan Finish

13. Kembali ke tampilan Phone and Modem Options

14. Pilih Modem yang sudah terinstall tadi yaitu Standard 33600 bps Modem

15. Tekan Properties

16. Pilih Diagnostics

17. Tekan Query Modem (pastikan bahwa proses query telah sukses)

18. Setelah itu pilih Advanced

19. Masukan Extra Settings : AT+CGDCONT=1,"IP","indosatgprs"

20. Tekan OK

21. Kembali ke tampilan Phone and Modem Options

22. Tekan OK lalu keluar dari menu Control Panel

23. Langkah selanjutnya : Pilih Start à Programs à Accessories à Comunication à Network Connection

24. Pilih Creat a new connection

25. Akan muncul tampilan New Connection Wizard

26. Tekan Next

27. Pilih Connect to the Internet

28. Tekan Next

29. Pilih Set up my connection manually

30. Tekan Next

31. Pilih Connect using a dial-up modem

32. Isi ISP Name : Satgprs

33. Tekan Next

34. Isi Phone number : *99***1#

35. Tekan Next

36. Pilih Create this connection for : Anyone’s use

37. Tekan Next

38. Kosongkan user name dan password

39. Tekan Next

40. Beri tanda (a) pada Add a shortcut to this connection to my deskstop

41. Tekan Finish

Tips Mempercepat Kerja Windows

Mungkin banyak dari kita kurang puas dengan setting default dari Windows, yang kita pakai pada komputer ataupun laptop kita. Pekerjaan dan tugas sering kali membuat kita harus sesegera mungkin menyelesaikannya. Dan kita tidak akan bisa melakukannya jika kinerja dari komputer kita payah. Berikut ada beberapa tips dari saya yang mungkin berguna untuk anda, para pengguna sistem operasi Windows.
1. Buka start – run- dan ketikkan msconfig – setelah itu buka tab service – uncheck pada :

1. Computer Browser (-)
2. Distributed Link Tracking Client
3. Error Reporting Service
4. Help and Support
5. Indexing Service
6. Net Logon (-)
7. NetMeeting Remote Desktop Sharing
8. Network Location Awareness (NLA)
9. Network Provisioning Service (-)
10. Performance Logs and Alerts
11. Portable Media Serial Number Service
12. QoS RSVP
13. Remote Desktop Help Session Manager
14. Remote Registry
15. Security Center
16. Server (-)
17. Smart Card
18. SSDP Discovery Service
19. System Restore Service
20. TCP/IP NetBIOS Helper
21. Themes
22. Uninterruptible Power Supply
23. Wireless Zero Configuration (-)
24. WMI Performance Adapter (-)
25. Workstation

(yang mempunyai tanda (-) jangan di uncheck, jika komputer anda terhubung ke jaringan internet)
2. Setelah selesai, buka kembali start – run – ketikkan regedit – setelah keluar menu Registry Editor, tekan CTRL+F – setelah menu search Registry keluar, ketik menushowdelay – ubah angkanya menjadi 0.
Masih di menu Registry. Cari registry value “UpdateMode” pada HKEY_LOCAL_MACHINES\System\CurrentControlSet\Control\Update. Ubah angka 0 menjadi 1 agar refresh lebih cepat.
tutup menu Registry.
3. Buka kembali start – run – ketik gpedit.msc - Setelah tampilan pada gpedit keluar, klik User configuration - administrative templates – system - Klik ganda pada turnoff autoplay pindahkan pilihan pada enabled lalu pada submenu turnoff autoplay on di letakkan pada all drives.
4. Hilangkan pesan error pada windows XP. Buka start - ControlPanel - System - klik tab Advanced di dalam system properties - klik button Error reporting - set Disable error reporting.
5. Buka Computer properties – klik tab advance – performance setting – advance – change virtual memory. Pada drive “system C” set pada no paging file. Pada drive yang lain, isikan sesuai dengan yang direkomendasikan.
6. Setelah selesai melakukan semuanya, restart komputer atau laptop anda dan rasakan bedanya!
7. Install software AntiVirus dan update secara berkala.
8. Install software pihak ke-3, agar mempercepat kinerja komputer anda. Misal TuneUp utility, CCleaner.

21 April 2008

Kangen (lagi)

rona manismu
senyum bibir tipismu
halus kulit,
lembut payudaramu
buatku slalu kangenkanmu
ciptaan terindahnya,
ada padamu,
kau miliki, sayang
tak ada pun rasa tertinggal
karena kamu telah mengakhirinya
membunuh rasa, kepada bidadari lain
entah,
aku harus apa kalau rasa ini muncul (lagi)
jangan pergi dariku
jangan pernah tinggalkanku,
jaga rasa ini sayang,
hanya untuk kita,
untukku yang slalu kangenkanmu

Kita & Orang Diseberang Jalan Itu

diseberang sana,
tak ada yang hiraukannya
dipinggir jalan itu,
tergeletak
dingin, panas, hujan,
dia bercampur sampah dan lalat
tak ada yang meliriknya
hanya sesekali,
ibu-ibu memberinya nasi
entah berapa hari sekali dia makan
entah berapa tahun dia tak mandi
berapa lama dia disana
entah, siapa yang tahu?
ataukah kita merasa lebih 'baik' darinya?

Cemasku Sore Ini

hujan sore ini, hanya lalu
panas siang tadi, cuma terik
cinta dan sayangku tak seperti itu
kan ku genggam sampai ajal
kan ku tebus hingga ku tak kuasa
engkau yang maha terkasih
cuma kamu adanya
kan ku renda jalan kasihku
ku tau tak seperti kau harap, terkasihku
cintaku,
sayangku,
terkasihku,
takkan luntur'ku' seperti hujan sore ini
takkan pudar'ku' seperti panas siang tadi