Ramai nan indah dalam denting gitar
Suara musisi jalanan di Malioboro teralun
Senja merasuk, menggerakkan roda becak
Mengepulkan kembali asap dapur para kaki lima
Menyambung nyawa para penjaja cinta
Kau selalu membuatku ingin kembali
Keratonmu nan megah dengan sejuta sejarah
Ombak silih bergulung, mengantarkan senja menuju tengah kota
Lonte, germo, hidung belang membaur dalam Sarkem yang tak pernah mati
Tak terasa lelah, kau pun kan kutinggalkan
Satu janji untukmu, takkan kulupa
Ku kan kembali membuat kenangan yang indah lagi
Jogjakarta, 6 Agustus 2008

Tidak ada komentar:
Posting Komentar