Aji termangu di salah satu ruang PKM Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, dia yang telah beberapa semester tinggal di PKM itu merasa khawatir karena belum lama ini mendengar isu bahwa penghuni gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa kampus ungu itu akan segera diusir. Bukan karena dia tidak akan mendapat tempat tinggal gratis lagi, melainkan lebih dari itu. Kekhawatirannya akan kegiatan-kegiatan kampus yang tidak akan berjalan lancar, karena tidak ada yang mengurus secara konsisten, belum lagi isu yang mengatakan bahwa kegiatan kampus akan dibatasi sampai jam 9 malam. “ah, nek kaya ngene kapan kampus bisa maju!!”, resahnya. Memang tak bisa dipungkiri, para aktifis kampus yang telah ‘berkorban’ untuk kemajuan kampus, adalah para pekerja vital yang tak bisa di anggap sebelah mata saja. Loyalitas mereka sebagai ‘pekerja tak terbayar’ patut diperhitungkan. Banyak prestasi baik dari bidang akademik maupun non akademik, mereka jualah yang berada di balik layar. Menurut Aji, jika tidak ada yang tinggal dan mengurus PKM, kegiatan dan kehidupan kampus tidak akan berjalan. Karena kegiatan apapun harus dipersiapkan secara matang, apalagi kegiatan besar seperti OKKA (Orientasi Kehidupan Kampus) yang sekarang menjadi PPA (Program Pengenalan Akademik), atau Bulan Bahasa dan Seni, semuanya membutuhkan rapat dan koordinasi yang baik. “minimal ada penggerak untuk berkegiatan. Okelah kita keluar, tapi setelah itu kampus akan ada apa??”, jelasnya. Semoga saja ‘mereka’ mendengar apa yang dikhawatirkan Aji, dan Aji-Aji yang lain…
DHONI ZUSTIYANTORO
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa-FBS Unnes Semarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar